4 Gaya Old Money Pria yang Terlihat Sederhana tapi Berkelas
Di tengah dunia fashion yang semakin bising oleh logo besar, tren cepat, dan kebutuhan untuk selalu terlihat “menarik perhatian”, gaya old money pria justru muncul sebagai antitesisnya. Gaya ini tidak berteriak, tidak mencari validasi, dan tidak bergantung pada tren musiman. Namun anehnya, justru karena kesederhanaannya, gaya ini terlihat jauh lebih berkelas dan berwibawa.
Old money bukan sekadar soal pakaian mahal. Ia adalah cara berpakaian yang mencerminkan sikap hidup: tenang, mapan, dan tidak terburu-buru membuktikan apa pun.
Memahami Konsep Old Money dalam Fashion Pria
Secara historis, istilah old money merujuk pada keluarga atau individu dengan kekayaan turun-temurun. Dalam konteks fashion, ini diterjemahkan menjadi gaya berpakaian yang:
-
tidak mencolok
-
tidak mengejar tren
-
mengutamakan kualitas, bukan kuantitas
-
terlihat rapi dalam situasi apa pun
Berbeda dengan new money yang sering ingin menunjukkan status melalui logo dan kemewahan visual, gaay ini justru menghindari hal tersebut. Prinsip dasarnya sederhana: jika sesuatu memang bernilai, ia tidak perlu diumumkan.
Mengapa Gaya Old Money Terlihat Lebih Berkelas
Ada alasan psikologis di balik kesan “mahal” dari gaya ini. Manusia cenderung mengaitkan ketenangan, konsistensi, dan kesederhanaan dengan kepercayaan diri yang matang. Pria yang berpakaian sederhana namun rapi memberi sinyal bahwa ia:
-
tahu siapa dirinya
-
tidak bergantung pada penilaian luar
-
fokus pada esensi, bukan permukaan
Inilah sebabnya gaya old money sering diasosiasikan dengan pemimpin, profesional senior, atau individu yang terlihat “mapan”, meski tanpa aksesori mencolok.
BACA JUGA : 4 Dampak Hipertensi Pulmonal terhadap Sistem Pernapasan
Ciri Utama Gaya Old Money Pria
1. Warna Netral dan Tenang

Old money hampir selalu bermain di palet warna yang aman dan abadi: putih, krem, navy, abu-abu, cokelat, olive, dan hitam. Warna-warna ini mudah dipadukan dan tidak mudah terlihat usang oleh waktu.
Pemilihan warna ini juga menciptakan kesan bersih, dewasa, dan stabil—sesuatu yang sulit dicapai dengan warna terlalu terang atau kontras ekstrem.
2. Potongan yang Pas, Bukan Ketat

Salah satu kesalahan umum adalah mengira pakaian ketat terlihat lebih mahal. Dalam gaya old money, justru fit yang proporsional jauh lebih penting. Tidak kebesaran, tidak menempel berlebihan.
Kemeja yang jatuh rapi di bahu, celana dengan panjang tepat, dan blazer yang mengikuti struktur tubuh memberi kesan bahwa pakaian tersebut “dibuat untuk pemakainya”.
3. Material Lebih Penting dari Tren

Old money tidak mengejar model terbaru, tapi memilih bahan yang tahan lama dan nyaman. Katun berkualitas, wol, linen, atau rajutan halus lebih diutamakan dibanding material sintetis berkilau.
Bahan yang baik tidak selalu terlihat mencolok, tetapi terasa berbeda saat dipakai dan tetap rapi meski sudah lama digunakan.
4. Minim Logo dan Ornamen
Salah satu prinsip utama gaya ini adalah menghindari logo besar. Jika ada merek, biasanya tersembunyi atau sangat kecil. Fokusnya bukan pada siapa pembuat pakaian, melainkan bagaimana pakaian itu menyatu dengan pemakainya.
Kesederhanaan visual inilah yang membuat gaya old money tidak cepat terlihat “ketinggalan zaman”.
Item Kunci dalam Gaya Old Money Pria
Beberapa jenis pakaian yang sering menjadi fondasi gaya ini antara lain:
-
kemeja putih atau biru muda
-
polo shirt polos dengan potongan rapi
-
sweater rajut tipis
-
blazer klasik tanpa detail berlebihan
-
celana chino atau tailored trousers
-
sepatu loafers, oxford, atau leather shoes sederhana
Semua item ini sebenarnya mudah ditemukan dan tidak harus mahal. Yang penting adalah konsistensi gaya dan kualitas pilihan.
Kesalahan Umum saat Mencoba Gaya Old Money
Banyak pria gagal menerapkan gaya ini karena beberapa asumsi keliru:
-
mengira harus membeli barang mahal
-
terlalu berlebihan meniru gaya aristokrat
-
memaksakan aksesori yang tidak perlu
Old money bukan tentang tampil “sok kaya”, melainkan tampil tenang dan pantas. Jika terlihat terlalu diatur atau terlalu berusaha, esensinya justru hilang.
Old Money sebagai Sikap, Bukan Kostum
Hal paling penting dari gaya adalah bahwa ia bukan kostum sementara. Ia adalah refleksi dari cara membawa diri. Pakaian hanya memperkuat pesan yang sudah ada: ketenangan, kepercayaan diri, dan kedewasaan.
Itulah mengapa dua orang bisa memakai pakaian serupa, tetapi hanya satu yang terlihat benar-benar berkelas. Perbedaannya terletak pada sikap, bukan label.
Penutup
Gaya old money pria mengajarkan bahwa kesederhanaan bukan kekurangan, melainkan kekuatan. Dalam dunia yang penuh distraksi visual, tampil tenang dan rapi justru menjadi pernyataan paling kuat.
Berpakaian sederhana tapi berkelas bukan soal anggaran besar, melainkan soal pilihan yang sadar dan konsisten. Dan pada akhirnya, gaya ini bukan untuk menarik perhatian semua orang—melainkan untuk meninggalkan kesan yang tepat pada orang yang tepat.
BACA JUGA : Sport Fashion 2026: Antara Fungsi, Gengsi, dan Tekanan Sosial
