7 Pakaian Tradisional Korea Bersejarah yang Wajib Kamu Ketahui!
Pakaian bukan sekadar penutup tubuh. Dalam banyak kebudayaan, pakaian adalah simbol identitas, status sosial, nilai moral, hingga spiritualitas. Hal yang sama juga berlaku dalam budaya Korea. Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat di Semenanjung Korea telah mengenal berbagai jenis busana tradisional yang sarat makna dan sejarah panjang.
Dalam perjalanan sejarahnya—mulai dari era Tiga Kerajaan, Dinasti Goryeo, hingga Dinasti Joseon—perkembangan pakaian tradisional Korea bersejarah mencerminkan perubahan sosial, politik, dan budaya. Bahkan hingga kini, busana-busana tersebut masih digunakan dalam perayaan, upacara adat, dan acara formal.
Artikel ini akan membahas secara mendalam 7 pakaian tradisional Korea bersejarah yang wajib kamu ketahui, lengkap dengan latar belakang sejarah, fungsi, filosofi, serta relevansinya di era modern.
1. Hanbok – Simbol Identitas Nasional Korea

Ketika membicarakan pakaian tradisional Korea bersejarah, tentu tidak bisa lepas dari Hanbok. Hanbok adalah busana tradisional paling ikonik dan menjadi simbol identitas nasional Korea.
Sejarah Hanbok
Hanbok telah digunakan sejak era Tiga Kerajaan (sekitar abad pertama SM). Namun bentuk yang paling dikenal saat ini berkembang pesat pada masa Dinasti Joseon (1392–1897).
Pada masa itu, struktur sosial yang dipengaruhi Konfusianisme sangat kuat, dan pakaian menjadi penanda status sosial. Bentuk, warna, hingga bahan kain Hanbok menunjukkan apakah seseorang berasal dari kalangan bangsawan, rakyat biasa, atau keluarga kerajaan.
Struktur dan Bagian Hanbok
Hanbok terdiri dari dua bagian utama:
-
Jeogori (atasan)
-
Chima (rok panjang untuk wanita)
-
Baji (celana longgar untuk pria)
Desainnya sederhana namun elegan, dengan garis lengkung yang lembut dan siluet mengembang yang anggun.
Filosofi Hanbok
Hanbok melambangkan harmoni antara manusia dan alam. Warna-warna yang digunakan sering kali terinspirasi dari filosofi Obangsaek (lima warna tradisional Korea) yang melambangkan arah mata angin dan elemen alam.
Hanbok di Era Modern
Kini, Hanbok banyak dikenakan saat:
-
Pernikahan tradisional
-
Seollal (Tahun Baru Korea)
-
Chuseok (Festival Panen)
-
Wisuda tradisional
Bahkan di kota seperti Seoul, banyak wisatawan menyewa Hanbok untuk berfoto di istana bersejarah.
BACA JUGA : 7 Obat Campak Alami untuk Bantu Penyembuhan
2. Hwarot – Busana Pengantin Kerajaan

Salah satu pakaian tradisional Korea bersejarah yang paling mewah adalah Hwarot.
Asal-usul Hwarot
Hwarot awalnya dikenakan oleh putri kerajaan dan wanita bangsawan pada masa Dinasti Goryeo dan Joseon. Busana ini khusus digunakan untuk upacara pernikahan kerajaan.
Ciri Khas Hwarot
-
Warna merah terang
-
Bordir rumit dengan benang emas
-
Motif burung phoenix dan bunga peony
-
Simbol keberuntungan dan kesuburan
Makna Simbolis
Burung phoenix melambangkan kemuliaan dan kebangkitan, sementara bunga peony melambangkan kekayaan dan kehormatan.
Kini, Hwarot tetap digunakan dalam pernikahan tradisional Korea yang mengusung konsep kerajaan klasik.
3. Wonsam – Busana Formal Wanita Bangsawan

Selain Hwarot, ada pula Wonsam, pakaian formal yang digunakan oleh wanita bangsawan.
Fungsi dan Sejarah
Wonsam dikenakan saat:
-
Upacara resmi
-
Perayaan kerajaan
-
Acara kenegaraan
Pada masa Dinasti Joseon, warna Wonsam menunjukkan status sosial:
-
Hijau untuk bangsawan
-
Kuning untuk permaisuri
-
Merah untuk putri kerajaan
Detail Artistik
Wonsam memiliki lengan panjang lebar dengan bordir simbol keberuntungan. Pakaian ini mencerminkan struktur sosial yang sangat teratur dalam masyarakat Korea kuno.
BACA JUGA : 7 Inspirasi Bentuk Kacamata untuk Wajah Bulat, Bikin Makin Tirus!
4. Dangui – Busana Istana yang Elegan

Dangui adalah pakaian semi-formal yang dikenakan oleh wanita istana dan keluarga kerajaan.
Sejarah Dangui
Dangui berkembang pada masa Dinasti Joseon dan digunakan sebagai pakaian sehari-hari oleh wanita bangsawan di lingkungan istana.
Karakteristik Dangui
-
Panjang hingga lutut
-
Dipadukan dengan chima
-
Warna lembut seperti hijau dan biru muda
-
Hiasan bordir minimalis
Dangui melambangkan kesederhanaan namun tetap mencerminkan status sosial tinggi.
5. Cheollik – Pakaian Militer dan Berkuda
Berbeda dari pakaian istana yang elegan, Cheollik memiliki fungsi praktis.
Asal-usul Cheollik
Cheollik mulai populer pada era Dinasti Goryeo dan digunakan oleh prajurit serta pejabat militer.
Ciri Khas Cheollik
-
Atasan menyatu dengan rok lipit
-
Dirancang untuk mobilitas tinggi
-
Nyaman digunakan saat berkuda
Desain Cheollik menunjukkan pengaruh budaya Mongol yang masuk ke Korea pada abad ke-13.
6. Gonryongpo – Jubah Raja Korea
Salah satu pakaian tradisional Korea bersejarah paling sakral adalah Gonryongpo.
Makna Gonryongpo
Gonryongpo adalah jubah resmi yang dikenakan raja Korea pada upacara kenegaraan.
Ciri Khas
-
Warna merah atau kuning
-
Bordir naga berkaki lima
-
Simbol kekuasaan absolut
Naga dalam budaya Korea melambangkan kebijaksanaan dan kekuatan.
7. Jeokui – Busana Permaisuri
Terakhir, ada Jeokui, pakaian khusus permaisuri.
Fungsi Jeokui
Digunakan dalam:
-
Penobatan
-
Upacara kerajaan
-
Ritual resmi
Keunikan Jeokui
-
Warna merah tua
-
Bordir burung phoenix
-
Hiasan kepala megah
Jeokui menunjukkan peran penting permaisuri dalam struktur kerajaan Korea.
Pengaruh Sejarah Dinasti terhadap Busana Tradisional Korea
Banyak dari pakaian tradisional Korea bersejarah berkembang pesat pada masa Dinasti Joseon. Dinasti ini berlangsung lebih dari 500 tahun dan membentuk identitas budaya Korea modern.
Pengaruh Konfusianisme membuat pakaian menjadi simbol moralitas, kesopanan, dan hierarki sosial.
Pakaian Tradisional Korea dalam Budaya Populer Modern
Popularitas drama Korea dan K-Pop membuat Hanbok dan busana tradisional lainnya kembali dikenal luas.
Drama sejarah seperti Moon Embracing the Sun dan Jewel in the Palace memperkenalkan busana kerajaan Korea ke dunia internasional.
Bahkan idol K-Pop sering mengenakan Hanbok modern saat tampil di acara spesial.
Filosofi Warna dalam Pakaian Tradisional Korea
Warna dalam pakaian tradisional Korea bersejarah tidak dipilih secara sembarangan. Filosofi Obangsaek meliputi:
-
Biru: Timur
-
Merah: Selatan
-
Kuning: Pusat
-
Putih: Barat
-
Hitam: Utara
Setiap warna memiliki makna spiritual dan kosmologis.
Pelestarian Pakaian Tradisional Korea
Di Korea Selatan, pelestarian budaya dilakukan secara aktif. Banyak museum dan istana bersejarah yang memamerkan koleksi pakaian tradisional.
Salah satu lokasi populer adalah Istana Gyeongbokgung di Seoul, tempat wisatawan bisa menyaksikan langsung keindahan busana kerajaan Korea.
Kesimpulan
Pakaian tradisional Korea bersejarah bukan hanya warisan budaya, tetapi juga cerminan perjalanan panjang bangsa Korea. Dari Hanbok yang elegan hingga Gonryongpo yang megah, setiap busana memiliki cerita, makna, dan filosofi mendalam.
Memahami pakaian tradisional Korea bersejarah membantu kita memahami struktur sosial, nilai moral, serta spiritualitas masyarakat Korea di masa lalu.
Jika kamu tertarik pada budaya Korea, mengenal ketujuh busana ini adalah langkah awal yang tepat untuk menyelami kekayaan sejarahnya.
